Gambar Jahe merah

Gambar Jahe merah, dicomot dari http://www.artikelkedokteran.com

Sudah beberapa bulan ini, setiap bangun pagi punggungku terasa sakit, sakitnya seperti orang masuk angin gitu.. ngilu rasanya. Rasa sakit akan hilang setelah saya menghangatkan diri dengan minum kopi atau berjemur di pagi hari. Hari berganti hari, tapi rasa sakit punggung yang kuderita setiap pagi tak pernah hilang, sudah kucoba beberapa cara, seperti minta pijat sama istri, minum jamu komplet masuk angin, pake minyak angin.. tapi tetap saja rasa sakit dan pegal tersebut selalu muncul di pagi hari.

Suatu waktu saya membaca sebuah artikel di detik.com mengenai Jokowi sang gubernur yang selalu bugar, menurut artikel tersebut jokowi mengkonsumsi jahe merah dan temulawak.

Dari membaca artikel tersebut, saya mulai mencari tahu tentang khasiat tanaman yang banyak di pakai para tukang jamu

Rimpang temulawak, di comot dari http://id.wikipedia.org

ini.. dari hasil membaca sana sini, akhirnya saya mencoba untuk merasakan bagaimana rasanya minum jahe. sampai suatu waktu pas malam hari pulang kerja, punggung terasa pegal banget, aku coba tuh jahe sachetan yang di belikan istri, ku seduh, kuminum pelan pelan.. berangsur badan terasa hangat. dan rasa sakit di pungkung juga mulai memudar.

Dari hasil pengamatan pengamatan dan baca baca, akhirnya saya memesan istri untuk mencoba membelikan jahe merah dan temulawak. Jahe dan temulawak pun telah aku dapatkan, tapi aku juga bingung cara mengolahnya.  dari hasil baca baca di internet caranya cukup mudah, yaitu jahe dan temulawak di rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan tinggal tersisa 2 gelas saja. Tapi dengan cara tersebut istriku kurang suka, karena saya akan menghabiskan banyak gas, walau apinya kecil.

Akhirnya saya berinisiatif untuk menggunakan mokapot yang biasa saya pakai untuk membuat kopi di pagi hari. proses kerjanya cukup menarik.

akhirnya masa praktek pun tiba. dengan bahan :

1. Jahe Merah 2 ruas jari.

2. Temulawak yang di potong kira kira sebesar 2 ruas jari (supaya komposisinya sama dengan jahe).

3. Air mineral 2 gelas.

Peralatan tempur :

1. Cowet batu beserta ulekannya

2. Mokapot 9 cup

3. Kompor gas dan gasnya.

Proses pembuatan:

Jahe dan temulawak di cuci, dikupas, lalu di ulek, sampe lembut (sampe males ngulek lagi), kemudian siapkan 2 gelas air mineral dalam mokapot, lalu hasil ulekan dari jahe dan temulawak di taroh di tengah mokapot, tempat di mana biasa saya memasukkan bubuk kopi. kemudian tutup rapat mokapot dan panaskan dengan api kecil di atas kompor gas… mudah banget kan.. tinggal tunggu air dalam mokapot mendidih dan berpindah ke atas.

Jadilah 2 gelas ekstrak jahe merah dan temulawak. satu gelas minuman tadi saya minum malam itu juga, kemudian sisanya yang satu gelas saya masukkan ke dalam botol aqua lalu simpan di kulkas buat minum besok di kantor.

Hasil dari percobaan tadi cukup mengagumkan. bagaimana kaga, setelah 2 hari berturut turut saya melakukan ritual diatas, ternyata sakit punggung yang biasa saya derita tiap pagi mulai hilang.. saya pun semakin bersemangat untuk mengkonsumsi ekstrak jahe merah dan temulawak ini.

jadi selain kegiatan minum kopi sekarang saya punya kegiatan minum jamu hasil ekstrak sendiri, dan sang kopi harus mengalah karena sekarang sang kopi bukan jadi espresso lagi, tapi jadi kopi tubruk.. he he he tapi tak apalah..

tapi bukan berarti gw tiap abis minum kopi langsung minum jamu lho.. saya sengaja pake aturan sendiri.

untuk malam hari, kira kira 1 jam setelah makan malam baru saya minum itu jamu, karena setiap habis makan malam kan bikin jamu dulu… kemudian untuk konsumsi paginya, saya meminum jamu tersebut setelah saya sampai di kantor. jadi perut tidak terlalu kosong saat meminum jamu tersebut.

saya senang dengan jamu Jahe Merah Temulawak racikan dan olahan sendiri ini ternyata mampu membuat badan kembali segar.. walau rasanya pahit pahit pedas semriwing.. he he he bikin seger lhoo..

 

silahkan mencoba..