Seminggu sudah saya tidak pulang-pulang, maklum ada deadline pekerjaan yang harus diselesaikan, akhirnya setelah deadline pekerjaan kelar saya berniat untuk segera pulang malam itu juga, tepatnya hari jum’at malam tanggal 3 agustus 2012, perjalanan menuju tambun dari pejaten malam itu cukup melelahkan, karena kondisi jalanan memang macet, sekitar jam 11 malam saya pun sampai di jalan chairil anwar. saat sampai di jalan itu jalanan cukup lengang, terdengar bunyi klakson dari belakangku, sebuah motor thunder ingin menyalip.. karena dia nglakson terus akhirnya ku kasih deh jalan.. abis itu karena sedikit emosi dan kesal karena dia klaksonnya kenceng banget, aku balik buntuti dia dari sisi kanan belakang motornya, kupikir dalam hati.. dasar motor gede body doang, di pepet pepet juga kaga ngacir aja sok pake klakson segala, niat hati ingin balas membalapnya.. kesempatan pun terbuka, ku kedipkan lampu motor zxku.. kasih sinyal agar dia segera minggir ke kiri.. lalu bejek gasss… tak lama kemudia aku sudah ada di depan motor gede tadi.. tapi ga lama juga lampu merah pun menjelang, mulai kupelankan motor lagi.. berencana berhenti.. langsung si thunder melengos lagi kedepanku.. tapi tak lama karena di depannya sudah ada beberapa aparat polisi yang menyetop dan menggiring semua sepeda motor yang lewat situ untuk masuk sebuah lapangan kecil sebelum lampu merah.

dari situ aku mulai was was, karena aku yang biasanya luput dari razia harus ikut terjaring dalam razia tersebut. kenapa gw was wa ? ya karena aku tau sim C ku telah mati, alias sudah kadaluarsa, dengan sedikit ogah ogahan aku pun mengeluarkan stnk dari dompet, lalu pak polisi yang meminta surat-surat kendaraan tadi meminta sim.. walahhh akhirnya kukeluarkan juga sim kadaluarsaku, berharap dia tidak mampu melihat jelas kalau sim tersebut mati. tapi ternya di baca dengan teliti sama beliau, beliau bilang kok ini kaya angka 3 yaa.. ini udah mati pak simnya.. wahhh akupun pasrah saja di buatnya.

akhirnya stnk dan simku di berikan kepada temannya sang polisi yang tadi memeriksaku, dan dengan sabar ku ikuti sang polisi yang membawa sim dan stnkku… di bilang ” ini simnya sudah mati pak, “.. aku hanya menganggukkan kepala saja, kemudian dia menunjukkan bahwa saya melanggal uu nomor 228 ayat 2, yang kira isinya memiliki sim tapi sudah tidak sah lagi.. atau apalahh lupa lupa inget soalnya dia bilang apa.

lalu dia terdiam lama, akupun diam ajaa.. kupikir biarin ajalah di tilang, duit dah ngepress masa mau di sogok. akkhirnya pak polisi memberikan surat tilang dan meyita stnk motor, aku pun bertanya ” kenapa kaga simnya yang di tilang pak ?” sang polisi kontan menjawab ” sim mati kok di sita, ya percuma nanti kamu kaga akan ambil, kalau stnka kan mau ga mau kamu harus ambil di pengadilan negeri bekasi tanggal 30 agustus ya…” sambil mengangguk aku mengiyakan dan akupun langsung ngeloyor pergi pulang.

sampai rumah, niat perpanjang sim pun mulai menghantui pikiranku, dan terlaksanalah perpanjangan sim pada hari senin 6 agustus 2012 di polresta bekasi kota, proses perpanjangan sim cukup mudah dan tidak neko neko, berikut rinciannya:

1. cek mata , disini saya di mintai 25,000, untuk satu sim, karena saya berencana buat sim A juga makan saya bayar 50 rebu dah..

2. beli formulir perpanjangan sim c, 75.000, dan beli formulir buat baru sim a, 120.000

3. bayar asuransi sim c, 30.000 dan sim a 30.000

4. untuk sim c tinggal nunggu foto setelah semua proses pengisian formulir, tapi karena saya pengen bikin sim a sekalian maka saya harus ikut ujian teori., jadi saya langsung lanjut ujian teori sim a,

5. soal untuk ujian teori sim a, ada 30 soal, dan menurut saya cukup mudah menjawabnya,

6. selesai mengisi lembar jawaban, lembar jawaban di periksa dan saya lulus ujian teori, lalu di anjurkan untuk ikut ujian praktek.

7. saya daftar ujian praktek,

8. ngantri ujian praktek, saat ngantri kulihat semua orang yang ujian praktek kaga ada yang berhasil lolos ujian, semuanya menabrak patok, ada yang nabrak patok saat baru mau, ada yang nambrak patok setelah mundur, bahkan terlihat ada yang ga bisa bawa mobil tipe manual, baru masuk langsung turun lagi, dalam hati bertanya apakah mereka lulus ? mobil yang digunakan adalah suzuki apv.

9. giliran dapat uji praktek, pak polisi yang menguji diam saja, aku langsung aja masuk, majuin kursi, karena kakiku kan pendek, lalu lepas rem tangan, masukkan gigi satu.. maju lalu belok kanan, lurusin, dan berhenti, kemudian saya langsung mundurkan mobil maksudnya mau balikin ke tempat mobil semua, saat mundurin mobil hape pun berbunyi.. saya agak kaget.. bingung mau angkat atau tidak, dah keburu nabrak patok.. lahhh langsung di suruh stop dan dia bilang “kamu GAGAL”, wahh pupus sudah harapanku… tak ada kesempatan kedua neh pak.. dia diam aja lalu bilang kamu kembali lagi kesini tanggal 20 agustus 2012, pagi pagi yaa jam 8 kalau bisa. ya pak, lalu saya langsung ngeloyor turun.

langsung masuk ruang foto niat pengen ambil sim c yang ga pake ujian dah…

sore harinya saya lihat lagi.. tanggal kapan saya uji ulang neh praktek dapet sim.. ehh kok tanggal 20, baru nyadar tanggal 20 bukannya libur lebaran yaa.. emang pak polisi kaga lebaran apa yaa.. sambil baca baca artikel tentang ujian praktek ambil sim.. banyak yang gagalnya daripada lulusnya.. apa emang harus lewat calo ??